Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Dalam Pelatihan Pemimpin Pasukan Terdahsyat pada 10 Mei 2021, Ev. Indriati Tjipto Purnomo, M.Pd., D.Min. mengajak para peserta untuk membangun kapasitas pribadi agar mampu menampung curahan berkat dan tanggung jawab dalam pergerakan Tuhan. Ia menegaskan bahwa Tuhan rindu mencurahkan berkat-Nya secara melimpah, namun sering kali kapasitas hati, iman, dan tanggung jawab kita belum siap untuk menerimanya.
Ev. Iin menekankan bahwa setiap orang dipanggil menjadi pemimpin. Kepemimpinan bukan hanya milik segelintir orang, melainkan bagi siapa saja yang bersedia mengambil bagian dalam rencana Tuhan. Ia mendorong peserta untuk menanamkan identitas ilahi itu ke dalam hati: “Saya adalah pemimpin.” Dengan menyadari hal ini, seseorang dapat melangkah dengan otoritas rohani dan keyakinan.
Mengutip pengalaman pribadinya, Ev. Iin menunjukkan bahwa kehidupan berubah saat kita sepakat dengan Tuhan. Dari pribadi yang pemarah dan terikat pada kebiasaan yang tidak membangun, ia dipulihkan melalui kesadaran akan identitas Kristus dalam dirinya. Kuncinya adalah memilih berjalan bersama Tuhan dan membangun karakter yang serupa dengan Kristus.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Ia membagikan kisah nyata tentang kesembuhan yang terjadi melalui ketaatan sederhana terhadap instruksi Tuhan. Dalam setiap keputusan, baik dalam pelayanan maupun kehidupan pribadi, kepekaan terhadap suara Tuhan adalah dasar keberhasilan.
Sebagai seorang pemimpin, memiliki hati Bapa adalah kunci. Hati yang penuh kasih dan pengampunan akan memampukan seseorang untuk tidak bergantung pada penerimaan manusia, dan tetap stabil dalam tantangan. Hati Bapa adalah fondasi dalam menghadapi konflik, penolakan, dan tekanan dalam pelayanan.
Ev. Iin juga mengajarkan pentingnya visi yang jelas. Tanpa visi, seseorang mudah kehilangan arah. Namun, dengan visi yang ditangkap sejak muda dan dijalankan dengan strategi konkret, seorang pemimpin akan melangkah dengan tujuan dan pengaruh yang nyata.
Ia menambahkan bahwa pemimpin harus mampu berpikir global, namun bertindak dengan detail. Keseimbangan ini penting untuk keberhasilan jangka panjang. Dalam hal pengelolaan keuangan, ia menekankan pentingnya disiplin, tidak boros, dan hidup dalam kemurahan hati menyisihkan bagi pekerjaan Tuhan dan sesama.
Pelatihan ini juga mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak terlepas dari pengorbanan. Setiap kemajuan dalam pelayanan menuntut harga, namun di situlah buah pelayanan lahir melalui kesetiaan, kesabaran, dan kerelaan berkorban.
Di akhir sesi, Ev. Iin menutup dengan ajakan yang kuat: “Pelayanan bukan beban, tapi kehormatan. Jika hati kita benar, kita akan menemukan sukacita bahkan dalam tantangan.”
Dengan visi yang jelas, hidup yang dipimpin Roh Kudus, dan hati yang rela melayani, setiap orang dapat menjadi bagian dari pasukan Tuhan yang terdahsyat, dan membawa perubahan besar di tengah dunia.
Kata Kunci : Kapasitas untuk Berkat & Tanggung Jawab Ilahi, Identitas Pemimpin dalam Kristus, Hidup Dipimpin Roh Kudus, Hati Bapa dalam Kepemimpinan, Visi Ilahi & Pengorbanan Pelayanan