Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Dalam sebuah refleksi mendalam, STT Kerusso menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar pengalaman pribadi, melainkan panggilan dan mandat ilahi yang berlaku untuk seluruh bumi. Berdasarkan Yohanes 3:16, kasih Allah yang tak terbatas menjadi dasar dari keselamatan yang ditawarkan kepada semua manusia, lintas bangsa dan generasi.
Keselamatan tidak dimulai dari usaha manusia, tetapi dari kerinduan Allah untuk memulihkan hubungan dengan ciptaan-Nya. Sejak kejatuhan manusia, Tuhanlah yang proaktif mengerjakan jalan keselamatan bukan hanya untuk individu, tetapi untuk seluruh dunia.
Refleksi ini juga diperkuat dengan kesaksian dari kunjungan ke Iran, tempat ribuan orang Kristen harus mempertahankan imannya hingga titik darah penghabisan. Hal ini mengingatkan bahwa keselamatan adalah anugerah mahal, yang harus dikerjakan dengan penuh hormat dan tanggung jawab, seperti tertulis dalam Filipi 2:12.
Mahasiswa dan jemaat STT Kerusso Indonesia diajak untuk tidak tinggal diam dalam kenyamanan rohani, tetapi menjadi pembawa kabar keselamatan ke seluruh bumi. Simbol perjamuan kudus, berupa cawan yang menyerupai hati, menjadi lambang kesatuan dalam kasih Bapa dan misi-Nya. Dinyatakan pula bahwa Roh Kudus adalah sumber kuasa untuk menjalankan panggilan ini, sebagaimana dijanjikan dalam Yesaya 61 dan Yohanes 16.
STT Kerusso Indonesia menegaskan: pilar keselamatan bukanlah konsep teologis semata, tetapi panggilan nyata untuk bergerak bersama Tuhan menjangkau dunia.