Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Refleksi ini kembali menegaskan tentang pentingnya perjumpaan pribadi dengan Tuhan sebagai inti dari formasi rohani mahasiswa. Refleksi yang disampaikan menyoroti bahwa perubahan sejati dalam kehidupan seseorang tidak lahir dari banyaknya aktivitas pelayanan, tetapi dari momen perjumpaan dengan Tuhan. Ditarik dari kisah-kisah Alkitab, seperti Musa di semak menyala, Paulus di jalan ke Damsyik, dan Maria Magdalena di kubur yang kosong, ditegaskan bahwa setiap panggilan besar selalu diawali oleh pertemuan yang ilahi.
Pesan ini menjadi sangat relevan dalam kehidupan rohani masa kini. Banyak orang aktif melayani namun kehilangan keintiman dengan Tuhan. Dalam ibadah ini, para peserta diajak untuk kembali kepada kasih mula-mula, menyerahkan luka dan kelelahan, dan membiarkan hadirat Tuhan memulihkan arah hidup mereka.
STT Kerusso Indonesia percaya bahwa perjumpaan dengan Tuhan bukan sekadar pengalaman emosional, melainkan momen formasi yang menetapkan ulang arah panggilan dan menyegarkan jiwa yang letih. Pengalaman ini sejalan dengan visi kampus untuk melahirkan pelayan Tuhan yang bukan hanya kompeten secara akademis, tetapi juga hidup dalam keintiman dan kuasa kasih Allah.