Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Dalam sesi refleksi pelayanan yang mendalam, Dr. Samuel Elkana, salah satu pimpinan akademik STT Kerusso, menegaskan bahwa pemulihan hati merupakan fondasi utama dari pelayanan yang sejati dan berdampak. Menurutnya, sebelum seseorang mampu melayani secara efektif, ia harus terlebih dahulu mengalami kesembuhan batin yang menyentuh relasi pribadinya dengan Tuhan.
Didasarkan pada pengalaman pelayanan lintas budaya dan tekanan spiritual, beliau menyoroti realita bahwa banyak pelayan aktif namun menyimpan luka batin yang belum dipulihkan. Luka-luka ini dapat menghambat komunikasi rohani dan membuat ibadah menjadi rutinitas tanpa kuasa.
Mengutip Wahyu dan Lukas, Dr. Samuel Elkana menjelaskan pentingnya memiliki "saluran hati" yang bersih agar hadirat Tuhan dapat mengalir tanpa hambatan. Komunikasi yang hidup dengan Tuhan, menurutnya, adalah kunci dari pelayanan yang sejati bukan sekadar aktivitas keagamaan, melainkan persekutuan yang menghasilkan kuasa.
Ia juga menekankan bahwa pemulihan relasi dengan otoritas rohani dan keluarga menjadi titik balik dalam pertumbuhan pelayan Tuhan. Hal ini sejalan dengan visi STT Kerusso sebagai institusi yang unggul dalam melaksanakan Amanat Agung, yang membentuk mahasiswa dengan spiritualitas yang utuh.
Refleksi ini menjadi pengingat bahwa kekuatan pelayanan tidak bersumber dari kecakapan semata, tetapi dari hati yang dipulihkan dan terhubung erat dengan Roh Kudus. Hanya mereka yang menantikan Tuhanlah yang akan mendapat kekuatan baru seperti rajawali yang terbang tinggi, tanpa menjadi lelah.