Jakarta, 17 Mei 2021 – Dalam pelatihan Pemimpin Pasukan Terdahsyat yang disampaikan oleh Ev. Indriati Tjipto Purnomo, M.Pd., D.Min., para peserta diingatkan bahwa menjadi pemimpin rohani tidak bisa lepas dari perjuangan. Melalui sesi yang reflektif dan aplikatif ini, Ev. Iin menekankan pentingnya kesadaran rohani untuk menjaga semangat, integritas, dan ketekunan dalam menggenapi panggilan Tuhan.
Salah satu prinsip dasar yang disampaikan adalah pentingnya menghitung kebaikan Tuhan setiap hari. Menurutnya, seseorang yang tidak terbiasa bersyukur akan mudah jatuh dalam tawar hati dan kehilangan arah. “Hati yang tidak bersyukur adalah tanah subur bagi kepahitan,” ujarnya.
Ev. Iin juga mengajak peserta untuk setia berjuang dalam tiga aspek utama kehidupan: relasi dengan Tuhan dan pelayanan, pekerjaan dan penghasilan, serta pembelajaran berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pelayanan memang tidak menghasilkan uang secara langsung, tetapi usaha dan kerja keras adalah sarana Tuhan untuk menopang hidup. Ia menambahkan, “Pemimpin sejati adalah pembelajar seumur hidup.” Ia sendiri terus belajar memasak, menjahit, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan.
Lebih jauh, pelatihan ini menyoroti dua musuh utama yang paling berbahaya bagi para pemimpin: kepahitan dan kelelahan. Kisah Musa dikutip sebagai peringatan, di mana kemarahan akibat digusarkan oleh umat menyebabkan ia kehilangan hak masuk ke Tanah Perjanjian. “Kepahitan bisa menghancurkan dari dalam, bahkan dalam pelayanan,” tegasnya.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun dan membina tim pelayanan. Tantangan dan kesalahpahaman tidak ia hindari, namun ia menolak untuk tenggelam dalam kekecewaan. “Tugas kita bukan mengubah orang, tapi menciptakan ruang yang penuh kasih agar Roh Kudus bekerja,” jelasnya.
Kelelahan juga menjadi topik penting. Menurut Ev. Iin, kelelahan yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi frustrasi, bahkan depresi. Solusinya bukan sekadar istirahat fisik, tetapi memperbaharui roh melalui relasi yang dalam dengan Tuhan. Ia menceritakan bagaimana Tuhan menyapanya di saat-saat rapuh, bahkan melalui film dan peristiwa biasa.
Penutup sesi ini mengajak semua peserta untuk tetap berjuang hingga akhir. Ia mengutip kisah Yusuf, Paulus, dan Yesus sebagai bukti bahwa setiap pemimpin besar pasti diuji. Namun hanya mereka yang setia, tangguh, dan rendah hati yang akan sampai pada Destiny yang Tuhan sediakan.
“Setiap pemimpin rohani akan diuji. Tapi mereka yang mengasihi Tuhan dan tidak membiarkan luka, kepahitan, atau kelelahan menghentikannya akan menyelesaikan perlombaan dan menjadi terang yang bersinar bagi generasinya.”
Kata Kunci : Kepemimpinan Rohani Tangguh, Hati Bersyukur & Bebas Kepahitan, Pemimpin Pembelajar Seumur Hidup, Kelelahan Rohani & Pemulihan,Ujian Menuju Destiny Ilahi