Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Dalam sebuah refleksi mendalam yang disampaikan oleh Dr. Samuel Elkana, sebagai Wakil Ketua STT Kerusso Indonesia, dipaparkan kembali makna mezbah sebagai pusat perjumpaan antara langit dan bumi. Bukan sekadar tempat persembahan, mezbah adalah struktur rohani yang mempercepat respons surga atas kehidupan manusia.
Mengacu pada kisah-kisah Alkitab dari Adam hingga Elia ditekankan bahwa persembahan yang dibawa ke mezbah yang benar, dengan hati yang benar, akan mengundang campur tangan Allah secara nyata. Seperti Daniel yang berdoa pada waktu korban petang dan segera dijawab oleh malaikat Gabriel (Daniel 9:21), mezbah menjadi jalur tercepat mengalami lawatan Tuhan.
Lebih dari sekadar tempat, mezbah diuraikan melalui makna profetik dari huruf Ibrani mizbeach (mezbah): mem (firman), zayin (ketaatan), bet (rumah), dan chet (perlindungan keintiman). Ini menunjukkan proses pembentukan batin manusia dari biasa menjadi pembawa kemuliaan.
Pesan utama dari refleksi ini sangat jelas: mezbah adalah tempat keintiman, penyerahan total, dan transformasi rohani. Ketika seseorang mempersembahkan bukan hanya aktivitas, tapi juga kehendak dan mimpinya, maka api Tuhan akan turun sebagai tanda penerimaan.
Melalui pemahaman ini, STT Kerusso Indonesia menegaskan kembali panggilan setiap pelayan dan mahasiswa teologi untuk tidak melihat mezbah sebagai rutinitas atau simbol mati, tetapi sebagai realitas rohani yang hidup yang harus terus dibangun hari ini, demi kebangunan generasi dan pemulihan bangsa.