Jakarta, STT Kerusso Indonesia – Dalam pelatihan “Pemimpin Pasukan Terdahsyat” yang dipimpin oleh Pdt. Stephanus Djwansah, peserta diajak merenungkan kembali esensi kepemimpinan rohani: hidup yang berdampak dimulai dari hati yang rela memberi, mengampuni, dan dipenuhi Roh Kudus.
Pelatihan ini menyentuh berbagai aspek penting mulai dari kesaksian pribadi menghitung berkat, kisah seorang kepala sekolah yang menyerahkan Tupperware dan jaket kesayangannya demi menaati suara Roh Kudus, hingga refleksi mendalam tentang bagaimana penginjilan menjadi gaya hidup, bukan sekadar kegiatan terjadwal.
Pdt. Stephanus juga menekankan pentingnya penyembuhan luka batin (inner healing) dan pelayanan pelepasan sebagai bagian dari kehidupan pelayan Tuhan. Kisah tragis seorang wanita yang meninggal dalam kepahitan menjadi peringatan bahwa tanpa pengampunan, tidak ada kesembuhan sejati, baik secara rohani maupun fisik.
Dalam sesi penginjilan, ditekankan bahwa kesempatan bisa muncul di mana saja. Bisa saat menunggu donor darah, seseorang dapat membagikan Firman dan harapan. “Firman Tuhan adalah vitamin bagi hidup,” begitu disampaikan dalam salah satu kisah.
Di akhir pelatihan, peserta diajak untuk menjadi pemimpin yang bukan hanya mengamati, tetapi hidup sebagai pelaku Firman. Dengan membawa kasih dan kuasa dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang percaya dapat menjadi terang bagi dunia, serta saluran berkat bagi banyak jiwa.
kata kunci: Pelatihan Pemimpin Rohani, Kepemimpinan Berdampak, Penginjilan Gaya Hidup, Inner Healing & Pengampunan, Hidup Dipenuhi Roh Kudus