SIAKAD

PMB
Berita Artikel

Jenis-jenis Anggur


 


Jenis-jenis Anggur


 

Bekasi, 23 Agustus 2022 dalam perjalanan kontemplatifnya, penulis membukakan pemahaman profetik mengenai simbol anggur sebagai gambaran eksistensial dan spiritual dalam kehidupan orang percaya. Dalam tradisi Alkitab, anggur bukan sekadar hasil pertanian, melainkan melambangkan sukacita, warisan, cinta, dan pengaruh rohani. Refleksi ini menekankan bahwa umat Tuhan tidak hanya dikelilingi oleh anggur, tetapi juga merupakan "anggur" itu sendiri suatu entitas yang diproses, difermentasi, dan dipersembahkan bagi kemuliaan Allah.

Dalam bahasa Ibrani, kata tirosh (?????????) yang digunakan untuk "anggur baru" memuat dua makna penting: “mengambil alih” dan “mewarisi.” Secara teologis, ini mencerminkan prinsip rohani bahwa kehidupan manusia selalu berada di bawah pengaruh sesuatu, dan pengaruh tersebut dapat mengarah kepada kemerdekaan atau perbudakan rohani. Anggur yang “mengambil alih” dapat berupa luka batin, kesombongan, atau kenikmatan duniawi yang tidak disadari telah mendominasi hati. Sebaliknya, anggur yang “diwarisi” merupakan bentuk berkat rohani dari Tuhan yang datang kepada bejana-bejana yang rela dikosongkan dan dibaharui.

Pengamatan penulis juga menyentuh dimensi psikologis, dengan menyoroti respons kepribadian terhadap tekanan jiwa yang berakar pada luka rohani. Setiap tipe kepribadian koleris, melankolis, sanguin, maupun plegmatis memiliki kecenderungan unik dalam memproses “anggur” kehidupan. Ini menunjukkan bahwa penyembuhan spiritual memerlukan kesadaran akan kondisi batin dan keterbukaan terhadap transformasi oleh Roh Kudus.

Lebih jauh, Amsal 3:9–10 dijadikan dasar biblis bahwa bejana yang menghormati Tuhan akan dipenuhi dengan “anggur baru.” Namun prinsip tersebut hanya berlaku jika bejana tersebut bersedia dikosongkan. Keengganan untuk melepaskan hal-hal lama baik prestasi, trauma, maupun kenikmatan duniawi seringkali menjadi penghalang utama untuk mengalami kelimpahan rohani. Dalam konteks ini, pengosongan bejana menjadi simbol dari kerendahan hati dan ketaatan penuh.

Penulis juga menyoroti anggur sebagai ekspresi cinta rohani. Dalam Kidung Agung, kasih ilahi digambarkan sebagai lebih manis dari anggur. Namun cinta, jika tidak dikendalikan, dapat menjadi candu yang menjauhkan seseorang dari Tuhan. Oleh karena itu, penataan afeksi menjadi bagian penting dari kedewasaan iman. Cinta yang murni harus diarahkan dan disejajarkan dengan kehendak Allah agar tetap menjadi persembahan yang harum, bukan berhala tersembunyi.

Aspek lain yang dibahas adalah anggur yang menyukakan. Ini merujuk pada hal-hal sederhana dalam hidup yang menjadi anugerah penyegar jiwa: waktu istirahat, relasi keluarga, atau kebahagiaan dalam hal kecil. Namun penulis memperingatkan bahwa ketika kesenangan duniawi menggantikan tempat Tuhan, hal-hal baik itu dapat berubah menjadi penghambat pertumbuhan rohani.

Akhirnya, merujuk Hakim-Hakim 9:13, penulis menekankan pentingnya memahami identitas sejati. Anggur yang menolak menjadi raja menegaskan bahwa panggilan tertinggi bukanlah status atau jabatan, melainkan kesetiaan dalam menghasilkan sukacita bagi Allah. Dalam konteks ini, identitas spiritual tidak ditentukan oleh pengaruh eksternal, tetapi oleh kualitas kehidupan rohani yang lahir dari persekutuan intim dengan Kristus, Sang Pokok Anggur sejati (Yohanes 15:1–5).

Dengan demikian, refleksi ini mengajak umat percaya untuk menjadi “anggur yang menyenangkan hati Allah” yang tidak dikendalikan oleh ambisi, tidak tertawan oleh luka, tetapi penuh dengan kasih, pengaruh ilahi, dan aroma kehidupan yang menghidupkan.

Kata kunci: anggur rohani, tirosh, warisan spiritual, luka batin, bejana rohani, kasih ilahi, hadirat Allah, pengosongan diri, sukacita, pertumbuhan iman, Yohanes 15, Hakim-Hakim 9:13.

Penulis : Indriati Tjipto Purnomo, M.Pd., D.Min.

Recent posts

Artikel
Destiny: Menemukan Garis Akhir Ilahi dalam Hidupmu
  • 2021-05-17 13:51:40
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
Artikel
Prinsip Kepemimpinan : Memperbesar Kapasitas, Menjawab Panggilan
  • 2021-05-18 13:55:40
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
Artikel
"Pahlawan yang Bertahan: Strategi Rohani Melawan Kepahitan dan Kelelahan"
  • 2021-05-24 13:54:03
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
Artikel
“Kunci dalam Memberitakan Injil: Kasih, Ketaatan, dan Kuasa Roh Kudus”
  • 2021-06-01 13:48:36
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
Artikel
Gelombang Penyembahan
  • 2021-06-22 13:57:20
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
Artikel
Destiny, Kesusahan Besar, dan Panggilan Profetik Umat Allah dalam Dimensi Kemuliaan
  • 2022-06-06 13:54:54
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S2 Pendidikan Agama Kristen S2 (M.Th)
Artikel
Sepakat
  • 2022-07-13 13:54:04
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S2 Pendidikan Agama Kristen S2 (M.Th)
Artikel
Mezbah Bukan Sekadar Simbol, Tapi Titik Transformasi Rohani
  • 2022-07-26 16:35:43
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Teologi (S.Th)
Artikel
Jenis-jenis Anggur
  • 2022-08-23 13:50:36
  • Publikasi STTKIN
  • Prodi
  • S1 Pendidikan Agama Kristen S1 (S.Pd.K)
+